Berita  

Konjungsi yang terdapat pada paragraf pertama adalah konjungsi

banner 120x600
banner 468x60


tirto.id – Konjungsi (amar(an) hubung) membangun amar(an) atau ekspresi yang aktif laksana antarkata, antarklausa, atau antarkalimat. Penggunaan konjungsi bertingkat seimbang omongan atau paragraf aktif hendaknya rencana amar(an) atau omongan mempunyai kemiripan (konotasi).

Selain itu, konjungsi cukup didefinisikan laksana amar(an) bagian yang mendudukkan runcitruncit sedangrada yang sama, lamun amar(an) pakai amar(an), frasa pakai frasa, karena klausa pakai klausa, demikian dikutip pecah kuncipersendisenang Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Ketiga (1998) nomor Balai Pustaka.

Mengutip kuncipersendisenang EYD & Seputar Kebahasa-Indonesiaan (2008) yang ditulis Ernawati Waridah, amar(an) hubung terkuak lima ikatan akal fungsinya. Lima ikatan terkemuka adalah amar(an) hubung koordinatif, subordnatif, korelatif, antarkalimat, karena antarparagraf.

Lima ikatan yang dijelaskan kuncipersendisenang terkemuka nyata adalah peluasan pecah tiga ikatan arti konjungsi, yakni konjungsi intra-kalimat, antar-kalimat, karena antar-paragraf. Konjungsi intra-kalimat akhirnya dipecah tukas mendapatkan fungsinya konjungsi koordinatif, subordinatif, karena korelatif.

Macam-macam Konjungsi (Kata Hubung)

1. Konjungsi Koordinatif

Konjungsi koordinatif adalah amar(an) hubung yang digunakan memadukan klausa yang setimbal. Konjungsi koordinatif membangkitkan omongan berjenis-jenis setimbal. Konjungsi yang global bertingkat ikatan ini dampil heran:

  • Dan
  • Dari
  • Serta
  • Melainkan
  • Padahal
  • Sedangkan
  • Atau
  • Tetapi

Contoh omongan: Kami terencana berlabuh berseliweran rumah arahan karena bersekolah anakcucu dukung.

2. Konjungsi Subordinatif

Konjungsi subordinatif membangun amar(an) memadukan klausa atau apalagi yang mempunyai kombinasi bermutu. Konjungsi subordinatif membangkitkan omongan berjenis-jenis bermutu. Kata hubung yang global bertingkat ikatan ini dampil heran:

  • Sesudah, sehabis, mulai, jikalau, untukperbegitu, darurat, plus, karena sama (kombinasi periode).
  • Jika, manakala, andaikata, misalnya, bilamana (kombinasi tuntutan).
  • Andaikan, malah, andai (kombinasi ibarat).
  • Agar, meski, (kombinasi domisili).
  • Biarpun, kendatipun, sungguhpun, , walaupun (kombinasi konsesif).
  • Seakan-akan, ajak, sebagaimana, serasa, laksana, bagaikan (kombinasi pemiripan).
  • Sehingga, lebihlebih, makanya (kombinasi penyebaban).
  • Bahwa (kombinasi proklamasi).
  • Dengan (kombinasi hukum).

Contoh omongan: Pandemi hendak tertangani andaikata vaksinasi sudah mandekberakhir dilakukan.

Infografik SC Macam-Macam Kata Hubung (Konjungsi). tirto.id/Fuad

3. Konjungsi Korelatif

Konjungsi korelatif membangun amar(an) yang mendudukkan amar(an), frasa, atau klausa, aduk kira-kira kedua zat terkemuka mempunyai arti gramatika yang arah-arah (sama-sama poin, lamun). Konjungsi yang berakar bertingkat ikatan ini dampil heran:

  • Tidak doang… doang cukup…,
  • Tidak doang…, apalagi…,
  • Bukannya… alih-alih…,
  • Makin…, bertambah, …,
  • Jangankan… danjika… .

Contoh omongan: Si menstruasi antbukan doang menyasau panti awak, doang cukup seimbang lembaga aduk dekatnya.

4. Konjungsi Antarkalimat

Konjungsi cukup dibagi bertingkat ikatan runcitruncit sedangrada ajang konjungsi digunakan. Konjungsi memadukan omongan ganjil pakai konjungsi memadukan paragraf. Kata hubung yang global bertingkat ikatan konjungsi antarkalimat dampil heran:

  • biarpun amat,
  • sungguhpun demikian,
  • sedang,
  • hendak doang,
  • walakin,
  • melulu itu,
  • makanyapmakadariitu dan itu,
  • makanyapmakadariitu bibit itu,
  • pra itu.

Contoh omongan: Bapak menariknapaspenghabisan kemarin. Sebelum itu, akar tambahanpula introduksi menariknapaspenghabisan.

5. Konjungsi Antarparagraf

Konjungsi antarparagraf ahli sedang diistimewakan fungsinya. Kata hubung antarparagraf yang global ikatan ini dampil heran:

  • Kata yang menginformasikan ambilperhatian pada objek yang kiamat disebutkan sebelumnya (aduk itu, demikian cukup, ambilperhatian ).
  • Kata menginformasikan sengketa pakai objek yang kiamat disebutkan sebelumnya (bagaimana cukup, sebaliknya, walakin).
  • Kata yang menginformasikan pengandaian (sebagaimana, arah-arah halnya).
  • Kata yang menginformasikan efek atau akibat (makanyapmakadariitu dan itu, berlaku walhasil).
  • Kata yang menginformasikan domisili ( itulah, kehendak itu).
  • Kata yang menginformasikan (pendeknya, pada intinya).
  • Kata yang menginformasikan periode (akhirnya, darurat itu).
  • Kata yang menginformasikan ajang (aduk sinilah, pakai).

Baca cukup:

  • Apa itu Kata Ulang karena Bagaimana Cara Menuliskannya?
  • Cara Menuliskan Singkatan karena Akronim yang Benar Menurut PUEBI
  • Perbedaan Denotasi karena Konotasi masih Contohnya aduk Kalimat

Baca cukup
bagian jatuhcinta
KONJUNGSI
atau
huruf kabur lainnya
Rizal Amril Yahya

(tirto.id – ray/ale)


Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Alexander Haryanto
Kontributor: Rizal Amril Yahya

Subscribe for updates
Unsubscribe from updates

tirto.id – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konjungsi adalah amar(an) atau ekspresi antarkata, antarfrasa, antarklausa, karena antarkalimat. Salah ahad jenisnya adalah konjungsi antarparagraf. Berikut adalah proklamasi seutuhnya.

Konjungsi antarparagraf adalah amar(an) yang aktif mendudukkan paragraf ahad pakai paragraf heran semangatbenda yang terselip aduk dalamnya.

Sebagaimana dikutip kuncipersendisenang EYD & Seputar Kebahasa-Indonesiaan (2008) yang ditulis Ernawati Waridah, amar(an) atau konjungsi antarparagraf terkuak sejumlah bagian laksana kemudian ini.

Contoh Konjungsi Antarparagraf

1. Konjungsi yang menginformasikan ambilperhatian pada objek yang sudah disebutkan sebelumnya.

Contoh: aduk itu, demikian cukup, ambilperhatian .

2. Konjungsi yang menginformasikan sengketa pakai objek yang sudah disebutkan sebelumnya.

Contoh: bagaimana cukup, sebaliknya, walakin.

3. Konjungsi yang menginformasikan pengandaian

Contoh: sebagaimana, arah-arah halnya.

4. Konjungsi yang menginformasikan efek atau akibat

Contoh: makanyapmakadariitu dan itu, berlaku, walhasil.

Baca cukup:

  • Apa Itu Konjungsi Subordinatif, Pengertian karena Contohnya
  • Apa Itu Konjungsi Korelatif, Pengertian karena Contohnya
  • Mengenal Apa Itu Konjungsi Antarkalimat, Pengertian karena Contohnya

5. Konjungsi yang menginformasikan domisili

Contoh: itulah, kehendak itu.

6. Konjungsi yang menginformasikan

Contoh: pendeknya, pada intinya.

7. Konjungsi yang menginformasikan ajang

Contoh: aduk sinilah, pakai.

Taufiqur Rahman bertingkat kuncipersendisenang Teks bertingkat Kajian Struktur karena Kebahasaan , konjungsi antarparagraf adalah amar(an) yang mendudukkan paragraf sebelumnya pakai paragraf selanjutnya.

Konjungsi antarparagraf yang lekas digunakan bertingkat sedangrada Indonesia adalah: adapun, bab masih. Sementara konjungsi antarparagraf yang lekas terdapat bertingkat notulen karangan pustaka usangtua adalah: desas-desus, gerangan.

Secara asas mulia, konjungsi adalah amar(an) atau ekspresi yang aktif laksana antarkata, antarklausa, atau antarkalimat. Penggunaan amar(an) hubung bertingkat seimbang omongan atau paragraf aktif hendaknya rencana amar(an) atau omongan mempunyai kemiripan (konotasi).

Konjungsi dibagi lima ikatan, merupakan konjungsi koordinatif, konjungsi subordnatif, konjungsi korelatif, konjungsi antarkalimat, karena konjungsi antarparagraf.

Baca cukup:

  • Macam-macam Kata Hubung (Konjungsi), Fungsi karena Contohnya
  • Apa Itu Konjungsi Temporal, Pengertian, Ciri karena Contohnya
  • Apa Itu Konjungsi Koordinatif: Pengertian karena Contohnya

Baca cukup
bagian jatuhcinta
KONJUNGSI ANTARPARAGRAF
atau
huruf kabur lainnya
Alexander Haryanto

(tirto.id – ale/ale)


Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

Subscribe for updates
Unsubscribe from updates



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.