Puisi Sultan Musa

NAFAS JENDELA WAKTU Bila  dusta  membuai  dalam  tajuk dan pekik merayu pelipur, lalu mengapa  semua  yang  kan  terjalani  keruh   Meski parau

Puisi Galih M. Rosyadi

2 Tanka: Sehabis Hujan -buat SDD   (1) sehabis hujan sepasang kupu-kupu saling bercumbu tapi di tepi taman kulihat daun jatuh  

Puisi Budhi Setyawan

BUDHI SETYAWAN   Sebuah Magrib magrib adalah semacam pintu tempat bertukar peran pada jaga terang dan gelap seperti sisi riwayat sejarah orang

Puisi Yosi Adi Setiawan

Mata Waktu   Tiap hari mata ponsel bertengkar dengan mataku untuk memastikan tatapan siapa yang paling tahan lama. “Makin lama kok makin

Puisi Adhiet’s Ritonga

Listrik Penggoda Iman    Entah bagaimana mestinya bersikap Menyelaraskan hati dengan Pemimpin Negeri Bukan tak ingin patuh pada perintah Melainkan hidup harus

Puisi Firmansyah Evangelia

Mozaik Santri Bismillah, dengan ucap paling baka Aku bersaksi: bahwa hikyat tangan-tanganku Menggenggam kitab-kitab dan peradaban sarung paling hakiki Lantas, kerap menakdzimi

PUISI FARIS AL FAISAL

Sebuah Sajak, Sebuah Syair          Hujan menurunkan bahasa Aku memungut kata-kata dalam gelas sajak Menyuling bening air mata di sana Memayungi kenangan

Puisi-Puisi Romzul Falah

Bertaruh Kelebat Nenek beritahu cucumu jika rumah digeledah kamar tempat puisi-puisi disimpan dan kangen diletakkan rapi dalam alamat kepergian   kirimi surat

Puisi-puisi Saraswati

Ketika Lelaki Itu Jatuh ketika lelaki itu jatuh menuju lembah tempat aku bermula menyanyikan kidung kidung kembara tak apa jika kau adalah

Puisi-puisi Saiful Bahri

JIHAD SUNYI dawai perang mengguncangkan dukana hasrat petang tergerai jawaban jihad sunyi yang menyulam cahaya kunang-kunang Tapi, belum sempat kuceritakan rasa pahit