by

Puisi Galih M. Rosyadi

-PUISI-245 views

2 Tanka: Sehabis Hujan

-buat SDD

 

(1)

sehabis hujan

sepasang kupu-kupu

saling bercumbu

tapi di tepi taman

kulihat daun jatuh

 

(2)

dihempas angin

tak ada keluh kesah

selembar daun

dibawa arus sungai

pergi entah ke mana

 

2020.

 

2 Tanka: Kenangan Masa Kecil

-buat SB

 

(1)

di atas kolam

pernah aku layarkan

perahu kertas

kini aku bertanya

ke manakah perginya

 

(2)

sepetak sawah

tempat dulu bermain

telah menghilang

kini di langit sore

kulihat asap hitam

 

2020.

 

 

Ikan

-buat Lisbeth Ho

 

seekor ikan

tertidur dalam jaring

sebilah pisau

mengunjungi mimpinya

sepanjang musim hujan

 

2019.

 

 

Camar

-buat Ahmad

 

memandang laut

dengan tatapan kosong

seekor camar

dengan sayap yang rapuh

pergi entah ke mana

 

2019.

 

2 Tanka: Lilin

-buat SC

 

(1)

duduk berdua

menikmati hidangan

sebatang lilin

leleh perlahan-lahan

sepanjang perjumpaan

 

(2)

di atas meja

saling menggenggam tangan

dan nyala api

di atas lilin itu

pendar ditiup angina

 

2019.

 

2 Tanka: Ibu

 

(1)

dari jendela

hanya melihat senja

ibu merenung

dari bening matanya

aku melihat bulan

 

(2)

semakin renta

tinggal getar tersisa

jemari ibu

entah berapa luka

tersimpan di dadanya

 

2019.

 

 

Di Taman Kota

 

anak jalanan

nyanyikan lagu-lagu

mengadu nasib

mengetuk pintu-pintu

hatimu yang terkunci

 

2018.

 

 

Setelah Tahun Baru

 

tak ada lagi

di langitmu kini

oh kembang api

di manakah perayaan

yang pernah kaunyalakan

 

2020.

 

 

2 Tanka: Pagi

 

(1)

ditiup angin

dari jendela kamar

cericit burung

sapa Tuhan yang lembut

lesap ke dalam hati

 

(2)

perlahan-lahan

menembus celah pohon

hangat mentari

dzikir begitu sunyi

pada putaran bumi

 

2019.

 

Galih M. Rosyadi lahir dan menetap di Tasikmalaya. Merupakan alumni Pondok Pesantren Riyadlul-Huda Sukaguru Tasikmalaya. Ia juga merupakan mahasiswa semester akhir Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Cipasung Tasikmalaya. Bergiat di Sanggar Seni Harsa Tasikmalaya. Puisi-puisinya telah tersiar di berbagai media massa seperti: Harian Umum Radar Tasikmalaya, Majalah Gema Mitra, Buletin Sastra Katalis, Harian Umum Pikiran Rakyat dan lainnya. Dan puisi-puisinya juga telah banyak termuat di berbagai antologi, antara lain: “Tasbih Cinta” (2018), “Bulan-bulan Dalam Sajak” (2019), “Pesisiran: Dari Negeri Poci 9” (2019), “Situs: Antologi Puisi Nusantara” (2020), “Rantau: Dari Negeri Poci 10” (2020) dan lainnya.

 

Silahkan klik: http://www.buanawebsite.com/garam-mandi-aleya/

 

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed