by

Puisi Adhiet’s Ritonga

-PUISI-266 views

Listrik Penggoda Iman

  

Entah bagaimana mestinya bersikap

Menyelaraskan hati dengan Pemimpin Negeri

Bukan tak ingin patuh pada perintah

Melainkan hidup harus aman dan nyaman

 

Listrik padam seketika tanpa bicara

Melumpuhkan aktivitas segenap warga

Membuat hati meronta ingin berteriak

Kaaaaacaaaauuuu ….!”

 

Bagaimana ini ?

Listrik padam bertubi – tubi

Anak istri butuh asupan gizi

Namun listrik padam telah menghalangi

Menghentikan waktuku untuk mencari sesuap nasi

 

Wahai Bapak Pemimpin Negeri

Teramat kami cintai

Sadarkah kita bahwa Indonesia dilanda Pendemi

Ya, kami tahu ada PLN beri subsudi

Namun bukan berarti listrik padam setiap hari

Dapur kosong tak ada penghuni

Dari Ibu – ibu dan Istri – istri

Sekedar menyipakan masakkan untuk Suami

 

Wahai Bapak Pemimpin Bangsa

Berikah kami sebuah harapan dan asa

Mohon nyalakan listrik disaat Corona

Agar beban hidup bagi warga

Tidak menjadi bencana

 

Kantor Pusat Sanggar Pelangi, 2020

 

 

PLN Ingkar Janji

 

Kabar berita menyampaikan

Pemadaman listrik dimulai besok

Pagi hingga sore hari

Namun ketika malam menjelang

Listrik masih tetap mati

 

Tak ada permohonan maaf

Tak ada pemberitahuan tunda

 

Kini lilin pengganti lampu

Tanpa nyala televisi dan kipas angin

Nyamuk pula menjadi raja

Obat anti nyamuk bakar, oles, semprot

Menjadi laris manis

 

Malam menjelang larut

Namun listrik belum juga hidup

Ada apa gerangan ?

Ada PLN ingkar janji !

 

Kantor Pusat Sanggar Pelangi, 2020

 

 

Rupa Cinta

 

Cinta tak memandang rupa

Harta, tahta dan jiwa

Bila asmara telah membuncah

Semua masalah terasa mudah

Jika cinta sudah berapi – api

Rindu di hati tak dapat diobati

 

Kantor Pusat Sanggar Pelangi, 2020

 

Adhiet’s Ritonga merupakan nama pena dari Muhammad Khaidir Ritonga, S. Pd. Lahir di Kota Tanjungbalai, pada 27 April, 1984. Bekerja sebagai Guru di MAN Tanjungbalai, Sumatera Utara. Pendidikan Sarjana diraih di Medan, yaitu ; dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Aktif  Menulis diberbagai Surat Kabar, seperti ; Analisa, Waspada, Medan Bisnis, Majalah Story Jakarta dan lainnya. Telah menerbitkan Buku Kumpulan Cerpen dan Puisi, diantaranya ; Buku Kumpulan Puisi “Dara Penuh Warna”, “Justin Bieber My Idol”, “Mengeja Warna Jembatan Langit”, “Bumi Indonesia Kami Tercinta”, “Ayat – Ayat Ramadhan. Buku Kumpulan Cerpen, diantaranya ; “Perempuan Jilbaber”, “Alunan Dakwah Bernada Cinta”. Dan Buku Kajian Sastra Bandingan, yaitu ; “Edisi Anak Durhaka”. Ia juga mendirikan Group Kepenulisan Online melalui Media Sosial Facebook, Sanggar Pelangi. Bergabung pula di Komunitas Penulis CORAK (Corong Aksara), dibawah naungan Dewan Kesenian Tanjungbalai (DKTB), Sumatera Utara.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed