by

PUISI FARIS AL FAISAL

-PUISI-173 views

Sebuah Sajak, Sebuah Syair         

Hujan menurunkan bahasa

Aku memungut kata-kata dalam gelas sajak

Menyuling bening air mata di sana

Memayungi kenangan dalam benak

 

Dingin adalah syair paling kelam

Memincuk dua bibirmu yang tenggelam

Membagikan cairan luka hitam

Leleh di ceruk mata yang berubah jadi kolam

 

Indramayu, 2019

 

Penyair  

Aku baru saja bertemu penyair

Bajunya tampak koyak seperti luka

Ia berpuisi telah mengakhiri riwayat cinta

Katanya, matahari adalah kekasihnya dulu

Cahaya bagi penerang jiwa

Lalu sekarang kegelapan menjadi teman setia

 

Aku bertanya pada matahari

Tubuhnya nyaris tenggelam di batik lautan

Apakah kau tak ingin kubuatkan puisi?

Jawabnya, aku pernah memiliki kekasih penyair

Sayangnya ia mencintaiku hanya dalam kata-kata

Selebihnya berselingkuh dengan malam dan rembulan

 

Indramayu, 2019

 

Warna Hujan

Katamu, hujan kali ini berwarna

Aku memilih tetesnya yang ungu

Seperti kerudungmu

 

Angin kasar menyibak

Payung pelindung berputar di tangan

Robek menjadi puisi luka

 

Apa kau tak ingin memilih warna yang lain?

 

Tidak, karena aku melihatmu di sini.

 

Ada lengkung pelangi di bibirmu

Kebahagiaan seketika tiba

 

Aku lalu memungutnya

Membasuh wajahku yang kedinginan

Kau pun melakukan yang sama

 

Aku tahu kita telah menjadi ungu

Dan melebur bersama tetesnya

 

Indramayu, 2019

 

Jantung Angin

Jantung angin berdenyut

Memberi kabar pada pucuk paling sunyi

Dalam hati membadai

Duka yang menderai

Dingin ubun-ubun timbunan embun

Kami hanyalah air hujan

 

Indramayu, 2019

Faris Al Faisal lahir dan berdikari d(ar)i Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Bergiat di Komite Sastra, Dewan Kesenian Indramayu (DKI) dan Lembaga Kebudayaan Indramayu (LKI). Namanya masuk buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia” Yayasan Hari Puisi. Puisinya mendapat Hadiah Penghargaan dalam Sayembara Menulis Puisi Islam ASEAN Sempena Mahrajan Persuratan dan Kesenian Islam Nusantara ke-9 Tahun 2020 di Membakut, Sabah, Malaysia, Juara 1 dan mendapat Piala bergilir ‘Lomba Cipta Puisi Anugerah RD. Dewi Sartika (2019), mendapatkan juga Anugerah “Puisi Umum Terbaik” Disparbud DKI 2019 dalam Perayaan 7 Tahun Hari Puisi Indonesia Yayasan Hari Puisi, dan pernah Juara 1 Lomba Cipta Puisi Kategori Umum Tingkat Asia Tenggara Pekan Bahasa dan Sastra 2018 Universitas Sebelas Maret. Tersiar pula puisi-puisinya di surat kabar Indonesia dan Malaysia. Buku puisi keduanya “Dari Lubuk Cimanuk ke Muara Kerinduan ke Laut Impian” penerbit Rumah Pustaka (2018). Email: ffarisalffaisal@gmail.com, Facebook www.facebook.com/faris.alfaisal.3, Twitter @lfaisal_faris,  IG @ffarisalffaisal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed