by

Kongres Penerbit Internasional ke-33 Digelar di Jakarta 11-13 November 2022

-Budaya-35 views

Jakarta, Radar Seni – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyambut baik kabar terpilihnya Kota Jakarta sebagai tuan rumah Kongres Penerbit Internasional ke-33 pada 11-13 November 2022 mendatang.

“Dengan menjadi tuan tumah, Jakarta telah mengambil peran penting dan menunjukkan kesiapannya untuk menjadi jembatan perkembangan industri buku di wilayah Asia Pasifik, di mana 60 persen populasi dunia berada,” kata Anies dalam rilis yang diterima redaksi, Sabtu  (12/11/2020).

Anies yakin kongres yang diprakarsai oleh Asosiasi Penerbit Internasional (International Publishers Association/IPA) itu akan berjalan sukses seperti perhelatan sejumlah kegiatan internasional yang digelar di Ibu Kota, seperti Asian Games 2018 dan sebagainya.

“Semuanya berakhir sukses dan gemilang. Kami yakin bahwa Kongres Penerbitan Internasional ke-33 ini juga akan sukses dan membawa perubahan signifikan untuk industri penerbitan di tanah air,” ujarnya.

Diketahui, Jakarta telah lama menjadi pusat literatur, budaya, dan kesenian. Didiami oleh lebih dari 10 juta orang, ibu kota Indonesia ini juga memiliki 5.604 perpustakaan, 1.240 penerbit, dan 30 persen dari seluruh toko buku modern dalam negeri. Setiap tahun, industri penerbitan yang ditopang lebih dari 5.000 penerbit menghasilkan 120 ribu judul, menjadikan Indonesia sebagai salah satu produsen buku terbesar di Asia Tenggara.

Ketua Harian Komite Jakarta Kota Buku Laura Prinsloo berharap agar kongres kelak dapat menciptakan kebaruan di masa depan. “Kami sangat senang (Kongres) 2022 ini dapat dilaksanakan di Jakarta. Pasar penerbitan Indonesia berkembang dengan pesat, signifikan, dan memiliki kesempatan besar untuk menjadi kekuatan penerbitan di Asia masa depan. Visi Indonesia untuk Kongres Penerbitan Internasional 2022 sangat menarik dan kami sangat menantikan hal tersebut untuk diwujudkan,” kata Bodour.

Sebelumnya, pada Frankfurt Book Fair 2015 Indonesia menjadi Tamu Kehormatan, dan terpilih sebagai Market Focus Country pada London Book Fair 2019. Kedua acara itu disebut meningkatkan perdagangan internasional. (nda)

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed