by

“Balada Semburan Naga” The Panturas Mirip Lagu Benyamin S

-Musik-43 views

Jakarta, Radar Seni – The Panturas berusaha eksis di industri musik tanah Air, band yang satu ini mengumumkan perilisan single barunya yang berjudul “Balada Semburan Naga”.

Lagu ini merupakan pemanasan menuju album kedua yang rencananya rilis pada pertengahan tahun 2021.  Bercerita tentang balada cinta seorang seniman bernama Topan. Hubungannya dengan gadis berlatar belakang Tionghoa terhambat karena bapak sang kekasih yang galak.

Didominasi warna surf-garage rock A Go-Go era 1960-an, “Balada Semburan Naga” tentu saja dihiasi musik lintas etnik. Tidak hanya diwujudkan dalam musik, tapi juga berwujud visual, seperti pemakaian warna merah, yang identik dengan budaya Tionghoa pada sejumlah kanvas artwork mereka.

Berbeda dengan lagu The Panturas sebelumnya, gaya bernyanyi dalam “Balada Semburan Naga” seperti dua orang yang sedang berdebat. Vokalis Abyan Zaki Nabilio alias Acin menyanyikan suara Topan, sementara sang bapak dilantunkan Adipati dari The Kuda. Celotehan khas Betawi ala Benyamin Sueb pun terdengar.

Selain itu, perbedaan juga terletak pada komposisi musik. The Panturas mengeksplorasi dengan menambahkan suara instrumen lain, seperti kibor, synthesizer, dan tehyan (biola Betawi).

“Kami lebih mengeksplorasi corak suara yang aneh di sini. Tidak lagi cuma empat orang yang memainkan gitar, bas dan drum, tapi mulai berani menggunakan instrumen lain seperti kibord, tehyan (biola Betawi) dan synthesizer. Semuanya bisa terlaksana dengan matang berkat produser Lafa Pratomo,” ujar pemain bass Bagus ‘Grogon’ Patria.

Penabuh drum The Panturas, Surya Fikri Asshidiq alias Kuya, menjelaskan bahwa konsep album kedua akan berisikan lagu dengan berbagai macam budaya. Ia mengibartkan album itu sebagai kapal yang berisi orang dari berbagai budaya.

“Ada China, Jepang, Arab, Eropa, Amerika dengan segala cerita dan permasalahan yang dimiliki. Kami merangkul mereka lalu coba menafsirkannya ke dalam bentuk musik yang beragam. Fusion dari surf rock, garage, rockabilly, Arabian, waltz sampai irama Melayu,” kata Kuya. (nda)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed