by

Tim Tari KJRI Chicago Tampil di IRINA 4th International Ramayana Conference

-Tari-24 views

Jakarta, Radar Pagi – Tim tari KJRI Chicago mendapat apresiasi dari penonton IRINA 4th International Ramayana Conference (IRC). IRC adalah sebuah forum dialog tahunan yang menghadirkan para pemangku budaya dari tiga negara, yaitu Indonesia, India dan Thailand.

Berbeda dengan tahun-tahun silam, kegiatan IRC kali ini dilakukan dengan metode daring dikarenakan masih merebaknya pandemi Covid-19.

Dalam pementasan ini KJRI Chicago berkolaborasi dengan International Ramayana Institute of North America (IRINA) pada 7 November 2020. Mereka melakukan promosi budaya melalui penampilan sendratari Ramayana yang dibawakan oleh kelompok tari KJRI beranggotakan staf dan perwakilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Chicago.

“Penyelenggaraan IRC kali ini bersamaan dengan peringatan 20 tahun kerja sama promosi budaya antara masyarakat Indonesia, India dan Thailand di AS. IRINA secara berkesinambungan mengusung cerita Ramayana sebagai tema sentral, karena pengaruhnya yang kuat dalam warisan budaya dan masyarakat di ketiga negara,” kata Presiden Komite Eksekutif IRINA Martino Tangkar dalam rilisnya yang diterima redaksi.

Sementara itu Konsul Jenderal RI Chicago Meri Binsar Simorangkir dalam sambutannya menyampaikan penghargaan atas semangat IRINA, untuk terus mendorong terjalinnya dialog di antara komunitas pelaku budaya, pengkaji dan pemerhati cerita Ramayana, tidak saja di AS namun juga di belahan dunia lainnya.

“Cerita Ramayana tidak hanya berperan penting sebagai bagian dari warisan budaya yang tersebar di seantero dunia, namun juga mampu mengusung nilai-nilai luhur ke dalam kehidupan masyarakat modern,” ujarnya.

Konferensi 4th International Ramayana Conference diikuti lebih dari 500 peserta dari AS, Indonesia, India, Thailand dan sejumlah negara di benua Eropa. Mereka berkesempatan menyaksikan tarian Ramayana dalam berbagai versi dan adegan.

Salah satunya oleh tim tari Indian Dance School-Choreography dengan judul “Rama’s Birth until Rama and Sita’s Wedding” dan oleh Thai Cultural and Fine Arts Institute of Chicago dengan tarian berjudul “Floating Sita”.

Selain melalui kanal Zoom, acara juga ditayangkan melalui secara live di akun Facebook IRINA, guna dapat disaksikan masyarakat yang tidak berkesempatan mengikuti secara langsung jalannya acara.

Dalam sesi diskusinya, konferensi internasional ini menghadirkan narasumber kelas dunia, antara lain Dr Tony Nader, MD, PhD, MARR, Kepala International Transcendental Meditation Organizations Worldwide sekaligus peneliti dari Massachusetts Institute of Technology dan Harvard Medical School yang memaparkan makalahnya berjudul “Ramayana in Human Physiology”.

Michael Sternfeld, seorang produser/sutradara yang memiliki pengalaman menampilkan lebih dari 300 pertunjukan teater, musikal, dan tarian bertema kisah Ramayana. Lalu Anita Bose penyelenggara Proyek Ensiklopedi Ramayana Dunia dari Kementerian Budaya India dan Ayodhya Research Institute India yang membawakan paparan berjudul “Ramayana Footprints in South East Asia Culture & Heritage.

Ada juga Dr Catherine Raymond dari Northern Illinois University AS yang membawakan paparan berjudul “Ramakien: The Thai Buddhist Ramayana in the Heart of the Kingdom”.

Dari Indonesia, Prof Wayan Kun Adnyana Kepala Dinas Kebudayaan Pemprov Bali, tampil dengan paparan berjudul “One Thousand Years of the Ramayana Epic in Nusantara-Bali, Indonesia”.

“Kami berharap kegiatan konferensi IRINA selanjutnya pada 2022 dapat dihadiri lebih banyak lagi panelis, peserta dan penampilan tim budaya,” ujar Wakil Presiden IRINA Paveena Gordon. (ike)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *